KUKU DALAM KESEHATAN DAN PENYAKIT.

Kuku ada di ujung setiap ujung jari pada permukaan punggung. Fungsi utama dari kuku adalah sebagai pelindung dan juga membantu pegangan yang kuat untuk memegang barang. Terdiri dari plat kuku keratin yang kuat dan relatif fleksibel yang berasal dari matriks kuku . Di bawah lempeng kuku terdapat jaringan lunak yang disebut bantalan kuku, diantara kulit dan lempeng kuku terdapat lipatan atau kutikula kuku, kuku sehat normal berwarna agak merah jambu dan permukaan cembung dari sisi ke sisi, kuku jari tumbuh 1 cm dalam tiga bulan dan kuku jari kaki membutuhkan waktu 24 bulan untuk hal yang sama.

Pentingnya kuku dalam diagnosis penyakit:

Warna, penampilan, bentuk dan sifat kuku memberikan beberapa informasi tentang kesehatan dan kebersihan seseorang secara umum. Kuku diperiksa sebagai rutinitas oleh semua dokter untuk mendapatkan petunjuk tentang penyakit yang mendasarinya, hanya dengan melihat kuku kita dapat melihat kebersihan seseorang, kuku yang tidak normal bisa jadi bawaan atau karena beberapa penyakit. dari alasan sederhana hingga penyakit yang mengancam jiwa. Oleh karena itu pemeriksaan oleh dokter sangat penting untuk diagnosis. Beberapa temuan abnormal dengan kemungkinan penyebab dibahas di sini untuk kesadaran umum.

1) Kebersihan: –

Kita dapat melihat kuku yang tidak higienis dengan sangat mudah. ​​Endapan kotoran di bawah ujung distal lempeng kuku dapat membuat peluang untuk tertelannya patogen saat makan. Jika pemotongan kuku tidak dilakukan dengan benar maka dapat mengakibatkan gangguan cacingan pada anak-anak. Merangkak di lubang anus anak akan menggaruk sel telur cacing di bawah kuku dan akan dibawa masuk saat makan.Paku yang menonjol juga dapat mempersulit penyakit kulit dengan kebiasaan menggaruk.Paku tajam pada anak kecil menyebabkan luka kecil saat mereka melakukan kaki menendang. atau melambai.

2) Warna kuku: –

a) Kuku menjadi pucat karena anemia.

b) Perubahan warna putih buram (leukonikia) terlihat pada gagal ginjal kronis dan sindrom nefrotik.

c) Pemutihan juga terlihat pada hipoalbuminemia seperti pada sirosis dan gangguan ginjal.

d) Obat-obatan seperti golongan sulpha, anti malaria dan antibiotik dll dapat menyebabkan perubahan warna pada kuku.

e) Infeksi jamur menyebabkan perubahan warna hitam.

f) Pada infeksi pseudomonas kuku menjadi hitam atau hijau.

g) Terjadi infark dasar kuku pada vaskulitis terutama pada SLE dan poliarteritis.

h) Titik merah terlihat pada kuku karena perdarahan serpihan pada endo carditis bakterialis subakut, artritis reumatoid, trauma, penyakit pembuluh darah kolagen.

i) Cedera tumpul menyebabkan perdarahan dan menyebabkan perubahan warna biru / hitam.

j) Kuku menjadi coklat pada penyakit ginjal dan pada penurunan aktivitas adrenal.

k) Pada penyakit wilsons warna biru berbentuk setengah lingkaran muncul di kuku.

l) Ketika suplai darah menurun kuku menjadi kuning. Pada penyakit kuning dan psoriasis juga kuku menjadi kekuningan.

m) Pada sindrom kuku kuning semua kuku menjadi kekuningan dengan efusi pleura.

3) Bentuk kuku: –

a) Clubbing: Di sini jaringan di pangkal kuku menebal dan sudut antara pangkal kuku dan kulit dihilangkan. Kuku menjadi lebih cembung dan ujung jari menjadi bulat dan terlihat seperti ujung stik drum. Ketika kondisinya semakin parah, kuku terlihat seperti paruh burung beo.

Penyebab clubbing: –

Cedera Bawaan

Sianosis kronis yang parah

Penyakit paru-paru seperti empiema, bronkiaktesis, karsinoma bronkus dan tuberkulosis paru.
Penyakit perut seperti penyakit crohn, poliposis usus besar, kolitis ulserativa, sirosis hati dll …

Penyakit jantung seperti tetralogi fallot, endokarditis bakterial subakut, dll.

b) Koilonychia: –

Di sini kuku menjadi cekung seperti sendok, kondisi ini terlihat pada anemia defisiensi besi, pada kondisi ini kuku menjadi tipis, lunak dan rapuh, cembung normal akan digantikan oleh cekung.

c) Tonjolan longitudinal terlihat pada penyakit raynaud.

d) Kutikula menjadi compang-camping pada dermatomiositis.

e) Telangiektasia lipatan kuku adalah tanda dermatomiositis, sklerosis sistemik dan SLE.

4) Struktur dan konsistensi: –

a) Infeksi jamur pada kuku menyebabkan perubahan warna, deformitas, hipertrofi dan kerapuhan abnormal.

b) Lubang bidal kuku merupakan ciri khas psoriasis, eksim akut dan alopecia aereata.

c) Radang kutikula atau lipatan kuku disebut paronikia.

d) Onikolisis adalah pemisahan alas kuku yang terlihat pada psoriasis, infeksi, dan setelah mengonsumsi tetrasiklin.

e) Kerusakan kuku terlihat pada lichen planus, epidermolysis bullosa.

f) Kuku yang hilang terlihat pada sindrom patela kuku yang merupakan penyakit keturunan.

g) Kuku menjadi rapuh pada penyakit raynauds dan gangren.

h) Kuku jatuh terlihat pada infeksi jamur, psoriasis dan penyakit tiroid.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *